Dinding retak bisa disebabkan beberapa faktor:
- Kualitas bata rendah — Bata yang tidak padat atau pembakaran tidak sempurna mudah retak.
- Campuran spesi salah — Proporsi semen dan pasir yang tidak tepat membuat dinding lemah.
- Bata tidak direndam — Bata merah yang kering menyerap air spesi, menyebabkan ikatan lemah.
- Pondasi bergerak — Tanah yang tidak stabil menyebabkan pondasi bergeser, dinding ikut retak.
- Beban berlebih — Dinding menahan beban yang melebihi kapasitasnya.
